Bersabarlah Wahai Penegak Syariat Islam!!!
Dengan menyebut
nama Allah dan dengan bersyukur kepada NYA kita semua bersyukur karena di
jadikan Allah sebagai umat yang beriman kepada ajaran para nabi dan rasul.
Perjuangan mereka
amatlah panjang dalam menyampaikan agama yang kita cintai ini yaitu Islam,
Allah menerangkan akan tugas mereka yang mulia menyampaikan syariat langit
kepada manusia :
((
رسلا ميشرين ومن\رين لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل وكان الله عزيزا
حكيما )) النساء 165
Mereka Kami utus sebagai rasul –rasul
pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi
manusia membantah Allah sesudah di utusnya rasul-rasul itu . Dan Allah Maha
Perkasa dan Maha Bijaksana ( An Nisa 165
)
Allah Ta’ala menerangkan tentang
fungsi para rasul dan para nabi kenapa mereka diutus ? dan setelah itu datang
generasi yang berjuang menegakkan syariat mereka dari para pengikutnya dari
kalangan umat mereka.Rasul-rasul dan para pengikutnya dari dulu sampai saat ini
diperintahkan dengan perintah yang mulia yaitu menegakkan Syariat Allah dengan
mentauhidkan Allah semata, menegakkan tauhid diatas bumi ini melarangkan berbuat
syirik dan bermaksiat kepada Allah, Menjadikan Allah sesebahan semata, Dan
menyembah Allah dengan apa yang akan menjadikan Allah ridha kepadanya sesuai
dengan ajaran dan syariat nabi-nabi dan rasul-rasul yang telah datang kepada
umat manusia.
Mulialah mereka
yang menjadi pengikut rasul-rasul, mereka adalah para Ulama Rabani penegak
syariat Allah dan juga siapa saja yang mengikuti jejak mereka dengan baik baik
yang terdahulu atau salaf dan juga yang sekarang ini . Rasullah Shallahualai
wasalam pernah mengutus Ali bin Abi Thalib ke khaibar beliau mengatakan :
"
أنفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم ثم ادعهم الى الإسلام وأخبرهم بما يجب عليهم من حق
الله فيه فوالله لأن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم)) صحيح مسلم
“ Laksanakanlah
dengan pelan-pelan ( lemah lembut ) sehingga engkau tinggal di kampong halaman
mereka kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan kabarkan kepada mereka apa yang
menjadi kewajiban mereka kepada Allah , Maka demi Allah kalaulah engkau
berhasil memberikan jalan hidayah kepada mereka ( dengan menujuk mereka )
kepada Islam lebih baik dari Onta merah ( onta merah adalah kendaraan termahal
waktu itu ). Muslim “
Berda’wah, menegakkan syariat Islam,
mengamalkan sunnah dan lainnya bukanlah sesuatu yang mudah, perlu tahapan-tahapan
yang kita harus lalui. Bukan dengan serta merta seperti seorang yang membalik
tangan mereka, tidak……! Isti’jal kepada sesuatu terburu-buru mendapatkan hasil
bukanlah contoh dari Nabi kita! Kemaslah da’wah yang mulia ini dengan desain yang
elok dipandang dan nyaman didengar, dengan sopan satun dan tata karma dan
akhlaq yang mulia . Balas semua kejelekan orang kepada kita dengan berbalik
menerangkan kebaikan, seperti taichi master memukul lawannya dengan kekuatan dia sendiri tapi itukan
bela diri… Umat Islam harus lebih cerdas dengan situasi yang ada jangan mudah
terpancing dan emosi melihat informasi yang beredar, kaji lebih dalam dan
mendalam ! Mungkin dan terkadang kita lupa dan ini peringatannya.
Dalam menegakkan ajaran Islam yang
mulia ini dengan syariat Allah dan Sunnah NabiNYA yang kita junjung tinggi maka
ada beberpa hal yang harus di perhatikan baik-baik, agar kita kita kecewa
kemudian hari . hal-hal itu adalah :
1.
Jadikanlah Ikhlas sebagai bumper anda setiap
hari dan tiada bosan kita mendengarkannya lihat surah yusuf ayat ke 108. Berkata
Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab : “ Peringatan penting kepada setiap orang akan
Ikhlas karena kebanyakan orang hanya berda’wah untuk kepentingan dirinya
sendiri “ ( Kitab Tauhid hal 16 ).
2.
Wajib atas kita semua belajar Ilmu syar’I lebih
dalam lagi lihat surat THAHA 114, banyak diantara kita masih mengkaikan
kebiasaan umum dengan pribadi kita yang sudah ngaji akhirnya ngaco juga sikap
kita.
3.
Ikutilah mereka yang Ikhlas dalam berda’wah
bukan mereka yang tertendensi matreil dalam berdawah dan melihat financial dalam
ukuran semuanya.
4.
Bersabarlah terhadap apa yang terjadi niscaya
kita akan melihat akibat manisnya kemudian, biarkan jalan ini terus berlalu
dengan sejuta duri menancap di tubuh kita. Ingatlah kisah Khabab bin Al Arth
ketika mengadu kepada Nabi tentang derita yang dia alami setelah masuk Islam.
5.
Perlu kita semua ketahui bahwa Islam itu adalah
Rahmatan Lil Alamin untuk semua kalangan dan lapisan maka jangan eksklusif
hanya mementingkan diri sendiri carilah cara yang pas dan cocok untuk
menyampaikan Islam ini dengan tidak mengorbankan ajaran Islam yang lainnya,
bukankah banyak jalan menuju Roma ???
Demikian sedikit yang bisa saya
tuliskan mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua termasuk penduduk surga dengan
apa yang kita dapatkan didunia ini dari rintangan dan halangan. Amin
Jakarta 10 Oktober 2012
Ali Saman Hasan LC MA
CARA HIDUP
BERSAMA DI SURGA
oleh : Ali Saman Hasan Lc,MA.
Indah rasanya
bisa bersama-sama di dalam surga setelah berpisah, ketika manusia dihadapkan
dengan pengadilan hari kiamat yang menjadikan manusia sendiri-sendiri,
nafsi-nafsi tiada teman yang mendampingi meskipun dia adalah kekasih hati yang selalu kita puja dan puji, semua pada hari itu
mengatakan nafsi-nafsi, kemana aku akan kembali. Maka di pagi hari ini di hari
jum’at yang mana hari kembali akan terjadi, kita renungkan firman Allah Ta’ala
di dalam surah At Thur ayat ke 21 :
((
والذين آمنوا واتبعهم ذريتهم بإيمان الحقنا بهم ذريتهم وما التهم من عملهم من شيء
كل امرىء بما كسب رهين ))
“ Dan
Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam
keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada
mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka , tiap –tiap manusia terikat
dengan apa yang dikerjakannya “ At Thur 21.
Berkata Al Imam AL Mufassir Ibnu Katsir
Rahimahullah : “ Allah Ta’ala mengkabarkan kepada hambaNYA tentang karunia yang
besar dan kemulyaanNYA kepada khususnya kaum mukminin, danAllah berikan atas,
yaitu mereka Orang-orang yang beriman akan menyusul bapak-bapak mereka di surga,
sebagai bentuk kesempunaan nikmat Allah atas mereka ketika mereka pernah
berkumpul didunia dan akan kumpul kembali di Surga karena bersama-sama dan
berkumpul di Surga adalah sesuatu yang mnyejukkan hati orangtua kita, dan yang
mengumpulkan mereka adalah keimanan meskipun mereka berdeda dalam amalan-amalan
kesehariaan, dan ini adalah janji Allah atas kaum Mukminin. “
Ibnu Katsir mendasarkan pendapatnya ini dengan
satu atsar/perkataan Ibnu Abbas :
إن الله تبارك وتعالى ليرفع ذرية المؤمن
في درجته وإن كانوا دونه في العمل .......
“ Sesungguhya
Allah Ta’ala mengangkat derajat dan kedudukan keluarga kaum mukminin dengan
derajat yang sama di surge meskipun mereka berdeda dalam beramal…. ( tafsir
ibnu katsir )
Sungguh sangat bergembira menjadi keluarga
mukmin, berkat usaha orangtua yang mendidik keturunannya menjadi generasi yang
beriman kepada Allah akhirnya mereka mendapatkan hasil yang berlimpah-limpah di
akhirat, ibarat menanam pagi dengan sebutir biji pagi dia akan memanennya
dengan hasil yang berlimpah. Memiliki keluarga yang beriman kepada Allah Ta’ala
adalah karunia yang amat agung yang tiada bandingannya, bukan memiliki harta
yang berlimpah dan semua serba waaahh!!!! Tapi apa yang terjadi saat ini setiap orang tua
mendidik anak keturunannya dengan sesuatu yang semu yang mereka kira bias hidup
bahagia dengannya. Kadang kita mendengar: “ Nak cita-citamu apa ? anak menjawabnya
: “ Jadi dokter ! “ atau sebut lainnya, jarang atau tidak pernah kita mendengar
orangtua berkata: “ Apa yang kalian sembah setelah diriku tiada ?”
Dengan pendidikan keimanan yang kuat
kepada Allah Ta’ala anak kita akan menyenangkan diri kita, itu hakekat tabungan
do’a kita, itu hakekat amal-amal kita setelah kita tiada, apakah kita mau menjadi
orang tua yang sadar akan hari esok??? Nabi shallahu alaihi wasalam bersabda :
إن الله ليرفع
الدرجة للعبد الصالح في الجنة فيقول : يا رب أنى لي هذه ؟ فيقول باستغفار ولدك لك
)) رواه أحمد
“ Sesungguhnya
Allah Ta’ala mengangkat derajat seorang Hamba yang shalih kedalam surga , maka
hamba ini berkata ;”Wahai Tuhanku dari manakah aku mendapatkan hal ini ?” maka
Allah menjawab: “ Dengan Istigfar yang dimintakan oleh anakmu.” Hr Al Imam
Ahmad.
Hal yang sama diterangkan dalam hadits Muslim
dari sahabat Abu Hurairah : “ Apabila anak Adam itu meninggal dunia maka
terputuslah dia dari amalannya kecuali tiga hal : 1. Sedekah Jariyah 2, Ilmu
yang bermanfaat 3. Dan anak yang shalih yang mendo’akannya. “
Dari renungan ayat diatas kami intisarikan
sebagai berikut ini :
1.
Sesungguhnya seorang mukmin akan bisa bersama-sama
dengan keluarganya dan keturunannya di sebabkan oleh ikatan tali Iman kepada
Allah Ta’ala , selain dari itu maka tidak mungkin bisa lihat dasar ayat yang
lain dalam surah Al Araf ayat 40.
2.
Rahmat Allah Ta’ala yang luas atas semua
hambaNYA yang berimanbaik itu laki-laki ataupun perempuan.
3.
Keadilan Allah Ta’ala atas hambaNYA , dimana
Allah Ta’ala tidak menyiksa seseorang dengan dosa orang lain.lihat al baqarah
ayat 134.
4.
Urgensi pendidikan anak kepada nilai-nilai
agama yang kuat tidak seperti saat ini hanya menjadikan agama sebagai mata
pelajaran pelengkap bukan pokok.
Mudah-mudahan kaum muslimin dan mukminin sadar
akan pentingnya nilai-nilai agama melibihi pentingnya udara untuk diri kita
dengan demikian bisa bersama-sama di dalam Surga NYA kelak amin….
Jakarta
Jum’at 05 oktober 2012
Komentar
Posting Komentar